
Cirebon Kota – Rangkaian kegiatan tradisi Ngunjung atau Sedekah Bumi Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunung Jati, berlangsung meriah pada Sabtu, 1 November 2025, mulai pukul 10.00 hingga 15.10 WIB. Kegiatan ini menampilkan Gamelan Renteng, Tari Topeng, Wayang Kulit, sunatan masal, serta arak-arakan ogoh-ogoh yang diikuti sekira 64 peserta tiap kelompok.
Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Sirnabaya dan sekitarnya, dengan rute arak-arakan melewati Jl. Ki Gede Mayung, Gapura Blok Budiraja, Lawang Gede, Blok Depok, Blok Singapura, hingga kembali ke Balai Desa Sirnabaya. Ribuan warga hadir menyaksikan kegiatan yang memadukan budaya lokal dan hiburan tradisi.
Apel pra-pengamanan dipimpin Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin, S.H., M.H., diikuti oleh Kuwu Desa Sirnabaya Rawin, Danramil Gunung Jati Kapten Suprinadi, personel Polsek dan Koramil, serta pejabat Polres Cirebon Kota sesuai Surat Perintah Kapolres Nomor Sprint/747/X/PAM.3.3/2025 tanggal 31 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian enam hari tradisi Ngunjung / Sedekah Bumi yang dimulai pada Kamis, 23 Oktober 2025, dan Jumat, 31 Oktober 2025, serta dilanjutkan pada 2, 3, dan 4 November 2025. Setiap hari memiliki agenda berbeda mulai dari pengajian, sandiwara, hingga Buwang Layon di pantai.
Pada hari Sabtu, kegiatan diawali dengan Renteng di Balai Lebu, Tari Topeng di belakang Balai Desa, dan pertunjukan Wayang Kulit di Balai Lebu. Sore harinya, arak-arakan menampilkan ogoh-ogoh dengan bentuk hewan, makhluk mitologi, dan makhluk astral hias, diiringi gamelan dari tiap peserta.
Arak-arakan berjalan lancar dan mendapat antusias tinggi dari warga sekitar, termasuk anak-anak dan penggembira yang ikut menari bersama peserta. Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menampilkan budaya lokal yang khas di Kecamatan Gunung Jati.
Rangkaian kegiatan juga dihadiri tokoh masyarakat, pejabat pendidikan, dan petugas pengamanan, yang turut memastikan kelancaran acara dan koordinasi antarpenanggung jawab kegiatan. Setiap kelompok peserta mendapatkan kesempatan menampilkan kreativitas dalam pembuatan ogoh-ogoh dan tarian.
Hingga penutupan kegiatan, warga tetap terlibat aktif menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara, yang juga menjadi wahana edukasi budaya bagi generasi muda. Kehadiran aparat keamanan memastikan acara berlangsung tertib dan seluruh peserta menikmati tradisi lokal dengan aman.
“Rangkaian tradisi Ngunjung / Sedekah Bumi ini rutin kami lakukan setiap tahun. Kegiatan seperti ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya,” ujar Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin, S.H., M.H.